Definisi Sistem Politik Oligarki
Oligarki. Adalah merupakan sistem politik dimana pihak yang
memerintah terdiri atas sejumlah orang atau sekelompok orang (kelompok elit).
Sekelompok elit tersebut dalam menjalankan pemerintahan selalu menggunakan
segala cara agar rakyat dapat dikendalikan dan dikuasainya.
Seperti Dikutip oleh wikipedia. Oligarki adalah bentuk
pemerintahan yang kekuasaan politiknya secara efektif dipegang oleh kelompok
elit kecil dari masyarakat, baik dibedakan menurut kekayaan, keluarga, atau
militer. Istilah ini berasal dari kata dalam bahasa Yunani untuk
"sedikit" (ὀλίγον óligon) dan "memerintah" (ἄρχω arkho).
Oleh Karena itu, sistem ini disebut juga pemerintahan dari
atas yakni Negara dijadikan alat untuk mencapai tujuan kelompok elit, sehingga
tujuan yang menyangkut kesejahteraan rakyat, keadilan, dan kemerdekaan
perorangan biasanya tidak dapat (sulit) diwujudkan. Contoh negara yang menganut
system politik oligarki pada masa silam adalah negara Yunani Kuno, dan pada
masa sekarang negara-negara komunis, yang dalam kenyataannya negara
dikendalikan oleh anggota anggota presidium yang kemudian mendelegasikan kepada
Sekretaris jenderal dan wakil-wakilnya.
Menurut Winters, melacak oligarki sebagai “bentuk
pemerintahan di mana kekuasaan politik berada di tangan minoritas kecil”.
Sementara itu dasar kekuasaan dari minoritas oligarkis bersumber pada segala
bentuk pengaruh minoritas yang didasakan kepada konsentrasi kekuasaan.
Penjelasan diatas barangkali dapat kita cermati di Indonesia dengan munculnya
politik dinasti. Dimana berbagai jenis penguasaan eksklusif atas
jabatan-jabatan berpengaruh dalam suatu pemerintahan. Karakteristik utama dari
Oligarki adalah berbeda dari semua minoritas lainnya, dikarenakan dasar
kekuasaan oligark adalah kekayaan material. Pemahaman atas fenomena oligark dan
oligarki bermula dari pengamatan ketidaksetaraan material yang sangat mencolok
menghasilkan ketidaksetaraan politik secara ekstrem.
Sebagian besar teori mengenai Oligarki mendefinisikan
istilah oligarki sebagai satu ragam “kekuasaan sekelompok kecil”, lalu oligark
(oligarch) dimaknai sebagai pelaku yang menguasai dan mengendalikan konsentrasi
secara besar-besaran sumber daya material yang bisa digunakan untuk
mempertahankan atau meningkatkan kekayaan pribadi dan posisi social
eksklusifnya. Umumnya sumber daya tersebut harus tersedia untuk digunakan demi
kepentingan pribadi , biarpun tidak harus dimilki sendiri. Berpijak pada
pemikiran teori Oligarki, maka analisa atas dua kebijakan pemerintah yang
dinilai kontroversi, diurai dengan metode analisis naratif.
